JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) selama tiga bulan pertama di 2025, mencatatkan rugi bersih mencapai Rp11,17 miliar, padahal di periode yang sama 2024 masih membukukan laba bersih 13,02 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan PJAA untuk periode berakhir 31 Maret 2025 yang dikutip Kamis (24/4), emiten di bawah kendali Pemda DKI Jakarta ini hanya mampu meraup pendapatan Rp210,8 miliar atau anjlok dibandingkan dengan Kuartal I-2024 yang mencapai Rp255,65 miliar.
Di tengah penurunan omzet secara signifikan tersebut, PJAA cuma bisa menekan beban pokok pendapatan dan beban langsung di Kuartal I-2025 sebesar 4,55 persen (year-on-year) menjadi Rp136,62 miliar.
Dengan demikian, laba bruto selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp74,18 miliar atau terperosok 34,07 persen (y-o-y).
Pada Kuartal I-2025, PJAA mencatatkan beban usaha Rp56,77 miliar atau menurun 9,17 persen (y-o-y), sehingga laba usaha perseroan menjadi Rp17,41 miliar atau ambles 65,19 persen dibandingkan dengan laba usaha di Kuartal I-2024 yang sebesar Rp50,02 miliar.
Pada periode berakhir 31 Maret 2025, PJAA mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp6,84 miliar atau berbanding terbalik dengan Kuartal I-2024 yang bisa meraih laba sebelum pajak Rp22,57 miliar.














