JAKARTA-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap pemberlakuan Hari Santri Nasional (HSN) yang untuk pertama kalinya pada 22 Oktober nanti menjadi momentum perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini sangat penting, mengingat hingga saat ini, masih terjadi krisis kemanusiaan di Indonesia, dengan ditandai masih terjadinya banyak kekerasan seperti terhadap anak kecil bahkan muncul konflik horizontal antar pemeluk agama.
Demikian diingatkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dalam Pidato Kebudayaan menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1437 H di Jakarta, Rabu (14/10) malam. Acara ini dihadiri empat menteri PKB dan beberapa anggota DPR RI serta mementaskan pagelaran Wayang Santri oleh dalang Ki Entus Susmono yang merupakan Bupati Tegal, Jawa Tengah.
Dengan penetapan HSN ini, kata Muhaimin, sudah sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo saat kampanye di depan ribuan santri dulu untuk memilihnya di Pilpres 2014 lalu. “Iya itu sesuai janji kampanye lalu bahwa beliau mau menetapkan HSN,” ujar Muhaimin.
Dia menambahkan, HSN ini harus menjadi kebangkitan para santri nusantara untuk berkontribusi dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. “Insya Allah dengan kesadaran kita sebagai santri menjadi modal baik untuk memperbaiki kehidupan berbangsa di bidang politik, keagamaan, sosial, dan ekonomi. Kita dapat menjadi maju tapi tetap berpegang teguh pada masalah keagamaan (Islam) yang kuat,” tegas Cak Imin, panggilan akrabnya.













