JAKARTA – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80 tahun dengan menyoroti sejumlah isu besar yang masih menjadi tantangan bangsa.
“Kemerdekaan Indonesia belum lengkap jika persoalan hak asasi manusia, perdagangan orang, dan kerusakan lingkungan tidak segera ditangani dengan serius,” ujar Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI, Raymundus Yoseph Megu.
Raymundus menyoroti pelanggaran HAM yang masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia, yang kerap menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil.
“Ini menjadi bukti bahwa perlindungan HAM harus menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya.
Isu perdagangan orang juga mendapat sorotan khusus.
“Eksploitasi pekerja migran dan anak-anak masih marak di berbagai daerah. Perlindungan dan penegakan hukum harus diperkuat,” kata Raymundus.
Di sisi lain, krisis lingkungan yang melanda Indonesia, terutama kerusakan hutan akibat aktifitas bisnis yang mengancam keberlanjutan ekosistem dan kehidupan masyarakat adat.
“Kerusakan ini harus segera dihentikan demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Presidium PP PMKRI, Susana M. Kandaimu berharap momentum Hari Kemerdekaan menjadi titik balik bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama mewujudkan Indonesia yang adil, bebas dari pelanggaran HAM, bebas dari perdagangan manusia, dan lestari secara lingkungan.















