Selain itu, Presiden Jokowi juga menyoroti data penerima Raskin yang tidak sinkron, yang mengakibatkan mekanisme penyaluran baik di tingkat distribusi, titik bagi, maupun di rumah tangga sasaran. “Itu sekali lagi harus kita perbaiki,” tuturnya.
Kemudian soal keterlambatan penyaluran raskin ini dialami juga oleh daerah tertentu, yang mungkin bisa juga karena kondisi geografis atau kondisi jalan dan kondisi jarak tempuh, tetapi Presiden Jokowi mengingatkan, ini juga harus diperbaiki.
“Juga masih kita jumpai satu, dua, tiga, empat rumah tangga sasaran yang sudah masuk dalam kategori mampu tapi masih juga menerima dalam pembagian Raskin. Ini juga harus mulai diteliti dan dievaluasi ulang,” papar Jokowi.
Terakhir mengenai kualitas beras, Presiden Jokowi menegaskan agar kualitas beras harus betul-betul sebuah kualitas yang baik. “Jangan sampai namanya Raskin, berasnya hitam yang saya lihat dan ada kutu,” pintanya seraya menyebutkan, itu memang stok lama, stok dua tahun, tiga tahun berjamur sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Staf Kepresidenan Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Mentan Amran Sulaiman, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo















