“Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi digital di banyak organisasi dan cara terbaik untuk memberikan layanan publik yang lebih cerdas dan lebih cepat adalah dengan memanfaatkan data geospasial dalam membuat keputusan kebijakan publik,” kata Cahyo.
Sebagai contoh, para pengambil keputusan terkait pekerjaan umum dan infrastruktur dapat menggunakan teknologi SIG untuk membantu mengelola perkotaan dan lembaga pemerintah memaksimalkan investasi infrastruktur publik.
“Untuk mencapai hal tersebut, infrastruktur publik seperti waduk, jembatan, bendungan tentunya memerlukan visualisasi yang baik untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan peta interaktif dan pemantauan melalui satu dashboard tentunya akan sangat membantu pengambil keputusan untuk merencanakan dan memperpanjang umur manfaat infrastruktur publik,” ujarnya.
Selain itu jelasnya, teknologi Artificial Intelligence berbasis geospasial atau biasa disebut Geo-AI, dapat digunakan di dalam melakukan analisis terhadap objek-objek infrastruktur seperti kerusakan jalan.