Lebih lanjut, Cucu Bung Karno itu memastikan DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasannya terhadap isu-isu strategis yang relevan dengan kebutuhan rakyat, serta memastikan implementasi kebijakan berjalan secara optimal. Hal itu, kata Puan, akan diimplementasikan melalui komisi-komisi dan alat kelengkapan dewan yang ada di DPR.
Puan juga menyoroti pentingnya negara untuk segera mengisi posisi duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat yang saat ini masih kosong, termasuk untuk Amerika Serikat.
“Ketiadaan kepala perwakilan diplomatik dapat memperlambat langkah strategis dalam melindungi WNI dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” ujar mantan Menko PMK tersebut.
Di bidang diplomasi parlemen, DPR RI disebut akan menerima kunjungan delegasi dari Parlemen Polandia, Uzbekistan, Malaysia, dan Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa. Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC).
Puan mengatakan DPR melalui fungsi diplomasi akan berupaya meningkatkan hubungan kerja sama antarparlemen melalui serangkaian kegiatan bilateral dan multilateral.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanir-rahim, atas nama Pimpinan DPR RI, dengan ini saya mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Masa Persidangan III DPR RI Tahun Sidang 2024–2025 akan dimulai sejak hari ini, Kamis, 17 April 2025 sampai dengan Senin, 23 Juni 2025,” ungkap Puan.














