Agar keempat langkah strategis tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, Wapres pun mengimbau para pemangku kepentingan untuk membuat kebijakan pengembangan halal value chain secara utuh, tidak egosektoral.
“Rantai nilai halal itu harus saling terintegrasi dan dikembangkan secara simultan, mulai dari infrastruktur regulasi, pengembangan industri halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, serta para pelaku usaha dan bisnis syariah,” tegas Wapres.
Di sisi lain, Wapres juga menekankan pentingnya fokus pada sektor yang berpotensi untuk tumbuh positif, seperti sektor makanan dan pertanian.
“Saya menilai kita perlu fokus pada sektor yang berpeluang tumbuh positif. Sektor makanan dan sektor pertanian adalah dua sektor yang pertumbuhannya berada di atas pertumbuhan PDB nasional,” ungkapnya.
Terkait penyelenggaraan Halal Trade Forum, Wapres meyakini bahwa forum ini dapat menjadi peluang bagi para pembeli dan mitra dagang Indonesia dalam melakukan eksporasi produk dan membangun jejaring kerja.
“Saya optimis para eksportir Indonesia akan memperoleh kesempatan mengenal dan mengeksplorasi produk unggulan serta menjalin kemitraan yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, tidak lupa Wapres memberikan apresiasi dan menyambut baik upaya Kementerian Perdagangan dan pihak terkait dalam mewujudkan komitmen Indonesia menjadi pusat halal dunia.















