Blok Beton 3B berbahan beton K-222 dengan koefisien stabilitas lapis lindung sebesar 34,63 dan mampu menahan gelombang setinggi 2 meter.
Keunggulan lainnya dari Blok Beton 3B yakni efektif dalam pengamanan pantai, rayapan gelombang rendah, sistem interlocking yang kuat dan bahan-bahan konstruksi mudah didapat.
Penerapan teknologi ini diawali dengan pekerjaan galian tanah untuk menentukan elevasi dan kedalaman galian yang akan dicapai.
Selanjutnya adalah pemasangan mini pile pabrikasi dengan tinggi maksimal 3 meter dan dilanjutkan dengan pemasangan batu kaki. Selanjutnya pemasangan pile cap dan Blok Beton 3B.
Saat ini Teknologi Blok Beton 3B telah diterapkan di Pantai Happy Buleleng, Bali dan Pantai Daruba, Morotai Selatan.
Erosi di Pantai Happy mengancam rumah penduduk dan Pura Segara sehingga penerapan pengaman pantai Blok Beton 3B dinilai sangat perlu. Di samping mengamankan pantai, teknologi ini juga berfungsi sebagai jalan akses ke laut yang mendukung kegiatan religius penduduk setempat seperti Upacara Melasti. (*)













