JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebutkan bahwa pihaknya bisa menurunkan peringkat PT Timah (Persero) Tbk (TINS), apabila perusahaan pelat merah ini secara signifikan menambah utang lebih besar dari proyeksi dan tidak dikompensasikan oleh kinerja bisnis.
Hal itu disampaikan Pefindo dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Senin (13/6).
Saat ini Pefindo menetapkan peringkat TINS di level idA (Single A), dengan rating outlook di posisi ‘Stabil’.
Peringkat yang sama juga disematkan pada obligasi yang diterbitkan TINS, yaitu Obligasi Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I.
“Peringkat dapat diturunkan, jika TINS secara signifikan menambah utang baru lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa dikompensasi oleh kinerja bisnis yang lebih baik. Dan, jika fluktuasi harga timah global secara signifikan melemahkan pendapatan dan/atau profitabilitas TINS,” demikian disebutkan oleh Tim Analis Pefindo.
Menurut Pefindo, perubahan regulasi yang tidak menguntungkan bagi TINS, seperti rencana pemberlakuan larangan ekspor ingot oleh pemerintah, berpotensi melemahkan arus kas dan profil kredit TINS, mengingat pasar ekspor akan tetap mendominasi pendapatan perusahaan.













