Agenda rutin tahunan dari asosiasi pengembang properti terbesar di tanah air tersebut berlangsung sederhana, dengan jumlah peserta yang terbatas.
Hanya diikuti oleh perwakilan pengurus REI DKI Jakarta dan 1 (satu) yayasan/panti yang mewakili 15 (lima belas) yayasan/panti lainnya.
“Kami berterima kasih kepada donatur, anggota REI, pengurus dan stakeholder terkhusus kepada Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Negara Indonesia (BNI). Di tengah dampak pandemi Covid-19 dimana iklim usaha realestat belum sepenuhnya pulih, agenda rutin bantuan untuk Seribu Anak Yatim dan Dhuafa tetap dilakukan setiap tahun. Meskipun harus dilakukan beberapa penyesuaian, mengikuti aturan Prokes Covid-19,” tambahnya.
Momen kegiatan ini menurutnya menjadi agenda penting bagi REI DKI Jakarta untuk tetap dilaksanakan.
Hal itu guna menggugah kepedulian, pengertian dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terutama untuk anak-anak yatim dan dhuafa.
Arvin berharap anggota REI DKI Jakarta, terus memberikan kontribusi dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat Jakarta.
“Seperti kemiskinan, pendidikan dan kesehatan, serta terus bersinergi dengan Pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam membangun ibukota bagi semua,” pungkasnya.














