Rupiah justru lebih membutuhkan kepastian kenaikan harga BBM sehingga defisit anggaran dan defisit perdagangan bisa berkurang. Tarik ulur kenaikan BBM telah melahirkan ketidakpastian. “Tekanan ini membuat pasar begitu hati-hati merespons kebijakan apapun dari pemerintah, termasuk kenaikan BI rate,” ujar dia.
Pekan depan, dia melihat focus pelaku pasar tertuju pada pengumuman harga BBM yang pberotensi mensupport rupiah karena mengurangi ketidakpastian di pasar. “Dari lobal, pelaku pasar menanti FOMC meeting akan dilaksanakan 18 Juni mendatang sehingga pelaku pasar bersikap wait and see,” pungkas dia.















