Di sisi lain, kata dia komentar Presiden ECB Mario Draghi yang berencana menurunkan nilai mata uang Euro agar dapat meningkatkan daya saing ekspor di Eropa turut mendapat respon negative. “Adanya kemungkinan ECB akan menurunkan tingkat suku bunga apabila kondisi ekonomi zona euro, terus memburuk,” jelas dia.
Namun demikian kata dia, data-data domestik sedikit menopang rupiah. Teruatam, kondisi perekonomian Indonesia yang positif. Hal ini membuat aliran investasi asing (jangka pendek) terus membanjiri Indonesia, terlihat dari bergerak naiknya indek harga saham Indonesia hingga di atas level 5,000. “Walaupun agak melemah, insetif positif dari dalam negeri sepertinya masih akan membatasi pelemahan rupiah terhadap dollar AS. Neraca perdagangan kita masih cenderung defisit, tetapi neraca modal diperkirakan akan membaik, selepas semester pertama tahun ini,” pungkas dia.













