Hal ini sekaligus untuk menegaskan peran partai sebagai sumber rekrutmen kepemimpinan.
“Dengan demikian, bukti kaderisasi di PDI Perjuangan berjalan dengan baik,” terangnya.
Said yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Strategis itu menegaskan “jangan sampai partai politik hanya dijadikan sewa perahu pencalonan, dan proses selanjutnya terserah calon.
Sebab, rusak kehidupan demokrasi dan kualitas kepemimpinan di daerah kalau partai politik memosisikan diri seperti itu.
Menurutnya, PDI Perjuangan bukan sekedar memberikan surat dukungan, tetapi juga memastikan ideologi dan program politik kerakyatan dari partai dituangkan dalam program program pembangunan di daerah oleh calon yang kita dukung.
“Kita juga ingin pilkada ini tidak berbiaya mahal. Sehingga peluang korupsi bisa diminimalisir sejak pencalonan,” tegasnya.
Oleh sebab itu, jelas politisi senior PDI Perjuangan ini, semua partai politik harus mengedepankan kualitas dan integritas calon pemimpin.
“Mari kita berlomba lomba mencari calon pemimpin yang mempuni membangun daerah. Kalau semua partai mengajukan calon calon pemimpin yang kompeten dan berintegritas, maka menu yang baik kita sajikan kepada rakyat. Dengan demikian, siapapun yang terpilih pasti pasti baik untuk daerah”, imbuh pria asal Madura tersebut.














