JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullahmengatakan momentum Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) harus menjadi ruang konsolidasi maupun common bonding negara-negara muslim untuk lebih solid.
Setidak- tidaknya untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah, sehingga PUIC ke 19 ini memberikan makna penting bagi pencapaian resolusi damai di Timur Tengah, yang selama ini gagal terwujud.
“Seperti yang ditegaskan oleh Mbak Puan, selaku Ketua DPR, dalam pembukaan PUIC kemarin siang, saya sangat mendukung dunia Islam yang memiliki populasi lebih dari 2 miliar, dan merupakan seperempat jumlah penduduk dunia telah menjadi kekuatan peradaban. Sebagai kekuatan peradaban, negara negara OKI harus mampu menjadi pelopor bagi perdamaian dunia dan tata dunia yang lebih baik,” ujar Said dalam keterangan tertulisnya Kamis (15/5).
DPR RI berperan sebagai penyelenggara Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), atau konferensi parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang ke-19.
Pertemuan internasional ini mengambil lokasi di kompleks Gedung DPR yang berada di kawasan Senayan, Jakarta ini berlangsung tanggal 12 hingga 15 Mei 2025 dan secara resmi inagurasinya di buka oleh Presiden Prabowo Subianto selaku kepala negara dan Puan Maharani selaku Ketua DPR RI, 14 Mei 2025.













