“Kita berharap melalui rekomendasi PUIC ini, dunia Islam mampu memanifestasikan ajaran ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, untuk memberikan jalan keluar atas masalah masalah diatas,” ulasnya.
Disaat banyak negara berpenduduk mayoritas muslim menghadapi tantangan politik, perang dan konflik sosial antar faksi- faksi politik dan tidak mampu mengelola politik secara beradab melalui jalur demokrasi, Indonesia yang juga anggota OKI, dan menjadi berpenduduk muslim terbesar di dunia, dapat mengambil peran menjadi role model bagi negara negara anggota OKI melalui konferensi PUIC ini.
Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar yang berkemajuan, Indonesia bisa menghadirkan demokrasi dalam kehidupan politik.
Islam yang sakral, dan demokrasi yang profan, namun bisa dipadukan dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan di Indonesia.
“Salah satu perwujudan demokrasi kita, yang sulit kita jumpai pada mayoritas negara muslim adalah ruang partisipasi perempuan yang luas diberbagai bidang,” terangnya.
“Parlemen Indonesia membuktikan, dibawah kepemimpinan perempuan bisa menjadi parlemen yang di segani dunia, dan menjadi bagian dari parlemen global, yang aktif menyuarakan perdamaian dunia, politik global yang lebih setara, dan berbagai agenda Pembangunan,” pungkas Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.














