Dalam kepemimpinan nasional, santri juga sudah teruji. KH Abdurahman Wahid, atau Gus Dur, sejak kecil hidup dalam komunitas pesantren, pikiran pikirannya berdialektika dengan filsafat barat, jaringannya bergitu luas, di timur tengah hingga ke Eropa.
Gus Dur menjadi contoh nyata santri bisa menjadi pemimpin nasional, dan pemimpin kultural kelas dunia.
Poin yang ingin saya katakan, santri adalah jatidiri yang terbuka. Entitas yang bisa sangat kosmopolit dalam berfikir dan bertindak.
Santri bisa menjadi jangkar perdamaian, menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin, menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Oleh sebab itu, menjaga diri sebagai santri sekaligus tanggungjawab yang besar.
Dipundaknya orang mempersepsikan perwajahan tentang Islam. Oleh sebab itu harus selalu mawas dan koreksi diri.
Selamat Hari Santri tahun 2025














