Dia menegaskan, persoalan penistaan agama yang didakwakan kepada Basuki sangat kental nuansa politiknya. Untuk itu, warga DKI Jakarta harus mengawal proses ini dengan serius. Hal ini penting agar proses hukum tidak disusupi oleh kepentingan politik kelompok tertentu. “Jelas sudah di dalam agama yang saya yakini bahwa agamamu agamamu, agamaku agamaku. Dan kita sekarang ini tengah merindukan pemimpin yang baik, dan peduli terhadap warganya,” tegas Ucok.
Dia berharap agar keputusan yang dibuat majelis hakim betul-betul mempertimbangkan fakta hukum dan bukan berdasarkan fakta hukum yang penuh rekayasa. “Pandai pandailah kita berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena mendapat pemimpin macam Ahok. Orang ini anugerah dari Tuhan bukan hanya bagi Jakarta akan tetapi untuk Indonesia,” pungkasnya.













