Pencapaian lainnya adalah rasio utang luar negeri menurun 70 persen lebih, dari 27,8 persen menjadi 7,8 persen. APBN meningkat empat kali lipat. Pendapatan per kapita selama 10 tahun terakhir meroket tajam menjadi 3.049,1 dolar AS. “Di antara negara-negara G20 kita berada pada urutan kedua setelah Tiongkok,” ujarnya.
Dari segi kemiskinan, terdapat 5,23 persen penduduk Indonesia keluar dari kemiskinan, sehingga sekarang angka kemiskinan berada pada angka 11,47 persen. Perlindungan sosial terhadap warga miskin seperti Raskin dan BLSM. Kemudian, 3,6 persen penduduk Indonesia sudah keluar dari pengangguran, dan sekarang berkisar di angka 6,3 persen. Nilai ekspor naik hampir tiga kali lipat. Peningkatan anggaran pendidikan lebih dari 20 persen. “Saya mengajak gubernur, bupati, dan walikota untuk meningkatkan sumber daya manusia, inovasi dan teknologi karena ekonomi kita akan tumbuh manakala yang menjadi pilarnya adalah SDM, manusia yang unggul dan berdaya saing,” jelasnya.
Dari sisi kesehatan nasional, meskipun saat ini sudah ada 76 ribu dokter, jumlah tersebut masih harus terus ditingkatkan. Untuk Ketahanan pangan, kata SBY, terjadi penurunan jumlah kedelai karena banyak petani kita yang tidak mau menanam kedelai. “Tugas kita mendatang harus meningkatkan produksi komoditas strategis seperti padi dan jagung,” ujarnya.













