JAKARTA-Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI), Sasmito Hadinegoro mengatakan upaya pemerintah meningkatkan target penerimaan pajak belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Saat ini, jumlah pegawai pajak tidak sebanding dengan besaran target penerimaan pajak yang ditetapkan pemerintah.
Padahal, untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dibutuhkan jumlah petugas pajak yang cukup banyak sehingga mampu mengawasi langsung kepada wajib pajak.
“Sebagai contoh, DJP mau nambah pegawai sejak 2 tahun ini sulit luar biasa. DJP butuh 5000 tambahan pegawai tetapi faktanya nambah hanya 250 pegawai. Padahal yang pensiun lebih dari 250 pegawai. Sejak 2006, pegawai DJP jumlahnya 32000 dengan penerimaan pajak 450 triliun rupiah. Tahun 2012 lalu, penerimaan DJP mencapai 835 trilun rupiah. Di tahun 2013 ini dengan pegawainya 31500, penerimaan pajaknya harus mencapai 1.042 triliun tupiah. Kita harus akui, jumlah pegawai pajak kita kurang banyak. Sehingga menyulitkan pemerintah mencapai target pajak yang telah ditetapkan,” ujar Sasmito di Jakarta, Selasa (18/6).
Sasmito membandingkan negara Jepang yang penduduknya hanya separuh dari Indonesia mempunyai pegawai pajak 66 ribu atau 2 kali lipat Indonesia.













