Karena menurut Endang, produk dalam negeri harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian nasional.
“Kegiatan ini untuk kedua kalinya kami gelar di Kota Tangerang. Ada 11 Provinsi dan 50 stand usaha kecil yang bergabung. Diantaranya produk batik yang mempunyai design dan corak yang berbeda dan berkualitas ekspor. Dan pernah menjalin kerjasama dengan pengusaha luar negeri,” ujarnya.
Pameran Nasional Produk Dalam Negeri yang melibatkan 11 provinsi di Indonesia ini akan berlangsung 1-6 April 2014.
Produk-produk asli karya anak negeri ini diantaranya, bordir, batik, tenun, songket, busana muslim, handycraft, aksesoris, kerajinan kulit, interior dan makanan khas daerah.














