“Kami tengah membangun sebuah zona industri khusus di dalam kawasan industri GIIC untuk pelanggan data center maupun industri lain yang membutuhkan teknologi terkini. Karena, zona industri tersebut dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur khusus,” tutur Tondy.
Dia mengaku, DMAS bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di area tersebut, serta memperkuat jaringan serat optik sebagai penunjang kualitas operasional dari industri data center.
“Ke depannya, kawasan industri GIIC tidak hanya merupakan sebuah pusat industri otomotif dan manufaktur, tetapi juga menjadi sebuah pusat data center,” ujarnya.
Tondy mengungkapkan, saat ini DMAS masih memiliki permintaan atas lahan industri seluas 70 hektar.
“Sebagian besar permintaan tersebut masih berasal dari data center,” kata Tondy sembari berharap bahwa permintaan lahan tersebut bisa memenuhi target marketing sales 2021 yang mencapai Rp2 triliun.














