Sementara itu, Donny Donosepoetro OBE, CEO Standard Chartered Indonesia, menegaskan bahwa peran treasury kini tidak lagi sebatas fungsi administratif, melainkan menjadi penggerak strategis bagi pertumbuhan dan ketahanan bisnis.
“Treasury kini menjadi pusat pengambilan keputusan bisnis. Di Standard Chartered, kami membantu perusahaan mengintegrasikan data, mengotomatisasi pengelolaan likuiditas, dan menghubungkan mereka dengan jaringan global kami agar treasury menjadi keunggulan kompetitif,” kata Donny.
Forum menghadirkan dua sesi diskusi panel utama.
Panel pada sesi pertama bertema Building Trust, Speed and Scale in Indonesia’s Digital Payment Era– membahas peran BI-FAST, QRIS, dan interoperabilitas sistem pembayaran dalam mendorong efisiensi dan inklusi keuangan.
Sementara pada Panel kedua mengangkat tema Digital Treasury in Action: Embedding Innovation in Day-to-Day Operations, mengulas penerapan inovasi fintech dan studi kasus transformasi digital dalam pengelolaan treasury.
Sejumlah tokoh industri turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Dodi Soewandi (ASPI), Mikiko Steven (Xendit Indonesia), Michael Spiegel (Standard Chartered), Joan Aman (Solusi Bangun Indonesia), Al Baaqi Khadafi (KPMG Indonesia), dan Amod Dixit (Zensung).














