JAKARTA-Neraca perdagangan Indonesia terus mencatat surplus pada bulan Maret 2016, terutama didukung oleh surplus perdagangan nonmigas. Surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat sebesar 0,49 miliar dolar AS, turun dari surplus pada bulan sebelumnya sebesar 1,14 miliar dolar AS.
“Untuk keseluruhan triwulanan, neraca perdagangan Indonesia triwulan I 2016 mencatat surplus sebesar 1,64 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus triwulan IV 2015 sebesar 0,45 miliar dolar,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara seperti dikutip dari laman BI di Jakarta, Minggu (17/4).
Menurutnya, surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat sebesar 0,79 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan surplus pada Februari 2016 sebesar 1,15 miliar dolar AS. Berkurangnya surplus nonmigas tersebut dipengaruhi oleh kenaikan impor nonmigas sebesar 7,88% (mtm) yang melampaui kenaikan ekspor nonmigas sebesar 3,58% (mtm).
Kenaikan impor nonmigas terutama didorong oleh naiknya impor biji-bijian berminyak, mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, dan bahan kimia organik.
Peningkatan impor nonmigas, khususnya mesin dan peralatan mekanik/listrik sejalan dengan kegiatan ekonomi domestik yang semakin membaik.














