“Sementara itu, peningkatan ekspor nonmigas didukung oleh kenaikan ekspor besi dan baja, bahan bakar mineral dan ekspor manufaktur terutama mesin/peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, dan berbagai produk kimia,” terangnya.
Dia menjelaskan, neraca perdagangan migas mencatat defisit sebesar 0,30 miliar dolar AS, meningkat dari 0,01 miliar dolar AS pada Februari 2016. Peningkatan defisit tersebut dipengaruhi oleh kenaikan impor migas sebesar 36,25% (mtm), terutama impor minyak mentah, yang lebih besar dari kenaikan ekspor migas sebesar 10,40% (mtm).
BI mengakui, kinerja neraca perdagangan pada Maret 2016 dan keseluruhan triwulan I 2016 tersebut positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan.
“BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik,” imbuhnya.














