Dengan tema ” Bangga Menjadi Indonesia, Kirab Budaya ini dihelat sebagai bentuk kepedulian orang muda NTT dalam melestarikan budaya.
Kirab budaya ini dihadiri ratusan mahasiswa dan pemuda NTT, masyarakat, serta tokoh-tokoh NTT baik yang datang dari NTT maupun yang ada di Jabodetabek.
Para mahasiswa asal NTT yang terlibat dalam Kirab Budaya ini berasal dari 15 kampus di antaranya dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Bung Karno (UBK), Trisakti, Tarumanagara, UKI, Universitas Atma Jaya, Universitas Pancasila, dan Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia (STPI).
Sebanyak 12 ormas pemuda se-NTT yang berdomisili di Jakarta juga turut ambil bagian, di antaranya Angkatan Muda Adonara (AMA Jakarta), Forum Generasi Ende Muda Jakarta (Forgema Jakarta), Belu Oan Jakarta (B On J), dan Barisan Anak Timur.
Kegiatan kirab budaya ini menghadirkan pula tarian Hedung dari Adonara Flores Timur, Hegong dari Sikka, Jai dari Ngada, dan Cakalele dari Maluku.
Antusiasme pemuda dan pemudi NTT sangat tinggi, terlihat dari panjangnya barisan ketika menempuh rute Bundaran Hotel Indonesia, menuju patung kuda dan Monas. “Sumpah pemuda 1928 adalah sebuah momentum perubahan yang saat ini menjadi penggerak orang muda untuk bisa mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan dan sebagai upaya untuk menjaga kesatuan negara republik indonesia, dilandasi semangat sumpah pemuda,” ungkap Bendahara umum Garda NTT Anton Hurung.













