JAKARTA-Tanaman rempah bagi Indonesia termasuk andalan untuk komoditi ekspor. Bahkan dua tahun lagi, yakni 2015, ekspor tanaman rempah mencapai US$7,72 miliar. Dalam kurun waktu 2009 hingga 2011, nilai ekspor tanaman rempah hanya mencapai US$211,410 juta. “Nilai ekspor tanaman rempah dari Indonesia diperkirakan mencapai 9% dari nilai perdagangan dunia,” kata Menteri Pertanian, Suswono di Jakarta, (23/5).
Prospek pemasaran rempah, kata mantan Wakil Ketua Komisi IV DPR ini, baik di pasar domestik maupun internasional, cukup bagus. “Di pasar internasional, pertumbuhan konsumsi rempah dunia mencapai 10,2% tiap tahun,” ujarnya
Diakui Suswono, tanaman rempah merupakan salah satu unggulan produk ekspor dari Indonesia. Pada 2015, diperkirakan nilai perdagangan tanaman rempah dunia mencapai US$85,73 miliar dengan volume perdagangan 51,76 ribu ton.
Suswono mengungkapkan tujuan ekspor tanaman rempah paling besar masih ke Amerika Serikat sekitar 50%. Pada 2010, nilai ekspor rempah-rempah Indonesia mencapai US$211,910 juta. Ekspor rempah ke Amerika Serikat mencapai US$121,177 juta.
Selain Amerika Serikat, negara tujuan ekspor rempah lain ialah Uni Eropa. Di pasar domestik, konsumsi rempah dapat dipergunakan untuk industri jamu, farmasi, kosmetik, dan rokok.













