JAKARTA-PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengklaim proses share swap alias tukar guling dengan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tidak hanya menguntungkan pihaknya. Semua proses share swap hingga detik ini sudah dinilai oleh penilai independen dan di-review oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebagaimana disebutkan dalam perjanjian share swap yang diterbitkan November 2014, Telkom bakal melepas kepemilikan 100 persen saham di Mitratel dengan 13,7 persen saham TBIG. Dengaan transaksi itu, Telkom bakal meraih saham TBIG secara bertahap plus dana Rp1,74 triliun. Tapi, jika transaksi itu tercapai dan memenuhi beberapa persyaratan tertentu. “Jadi, nilai saham kedua korporasi itu sudah divaluasi oleh penilai independen dan juga sudah di-review OJK. Dan hal itu sudah kita terbitkan di keterbukaan informasi pada waktu RUPS lalu. Tidak benar kalau nilai saham itu terlalu menguntungkan pihak kami,” bantah Direktur Keuangan sekaligus Corporate Secretary TBIG, Helmy Yusman Santoso, di Jakarta, Selasa (23/6/) malam.
Helmy mengaku, sudah merampungkan semua kewajiban untuk memenuhi perjanjian transaksi share swap tersebut. Mulai dari dilakukannya RUPS untuk mengeluarkan saham baru serta hal-hal lainnya sudah dilaporkan ke pihak otoritas OJK. “Dari kita sih hanya tinggal menunggu persiapan Telkom-nya saja. Dan kita tetap hormati proses di sana (Telkom). Cuma apa pun yang terjadi kami sudah siap,” ungkap dia menyinggung masih adanya permasalahan di internal TLKM.













