JAKARTA-Rencana pemerintah untuk membangun lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah telah mendapat sorotan luas. Berbagai pejabat kementerian dalam beberapa pekan terakhir telah turun ke lapangan untuk memantau.
Terbaru, Presiden Jokowi bersama jajaran kementerian terkait, juga turun ke lapangan melihat area rencana pengembangan.
Langkah pemerintah yang dipicu oleh potensi krisis pangan pasca merebaknya Covid-19, mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).
Dalam kesempatan temu virtual dengan Alue Dohong, Wakil Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sikap kritis pun disampaikan perwakilan daerah Kalimantan Tengah.
“Saya senang ada kata sustainable, berkelanjutan. Jadi saya usulkan namanya, lumbung pangan berkelanjutan atau sustainable food estate” ujar Teras Narang, Ketua Komite I DPD RI dalam temu virtual dengan Kementerian LHK bersama para anggota DPD RI dari Kalimantan, Jumat (17/07/2020) .
Teras menjelaskan keberlanjutan ini merupakan kunci. Sebab berdasarkan pengalamannya sejak menjadi anggota DPR RI pada 2000 silam.
Dia mengaku menyaksikan kesengsaraan para transmigran yang tidak memiliki jaminan hidup di Kalimantan Tengah setelah didorong bekerja untuk kepentingan lumbung pangan sejenis, namun akhirnya tak berlanjut.













