SURABAYA – Protes keras terhadap hasil seleksi calon Anggota KPU Provinsi Jawa Timur masih terus mengalir.
Kali ini, datang dari Kaukus Perempuan Parlemen (Kapepa) DPRD Provinsi Jawa Timur.
Lembaga non kedewanan ini menilai Tim Seleksi (Timsel) yang dipimpin Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya Aribowo tersebut telah melecehkan perempuan, karena hanya mengakomodir satu calon perempuan dalam 20 besar calon Anggota KPU Provinsi Jawa Timur.
“Sebagai perempuan, kami benar-benar tersinggung dan merasa dilecehkan oleh Pak Aribowo dan timnya, karena hanya mengakomodir 1 calon perempuan dalam 20 besar calon anggota KPU. Ini jelas-jelas mengambarkan bahwa timsel tidak pro gender,” tandas Ketua Kapepa DPRD Provinsi Jawa Timur, Titik Indrawati, SH, Jumat (24/1).
Menurut Titik, mestinya sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU harus menunjukan wajah yang pro perempuan, sehingga dari 20 calon yang lolos, minimal ada tujuh orang perempuan.
Karena kepada partai politik (parpol) saja, lembaga ini sudah sangat ‘kejam’ yakni tidak segan-segan mencoret parpol yang tidak memenuhi kuota 30 persen perempuan.
“Saya ingat betul, bagaimana KPU sangat detail melakukan verifikasi faktual terhadap kader perempuan parpol. Semua dicek dan diteliti kebenarannya. Dan kita (kader perempuan) dipanggil satu-satu ke KPU. Lha kalau parpol saja diperlakukan seperti itu, kenapa timsel tidak menerapkan itu ketika menjaring anggota KPU. Itukan picik namanya,” kata perempuan yang masih menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur itu dengan nada tinggi.














