Karachi dahulu merupakan Ibukota Pakistan. Pelabuhan utama Pakistan terletak di kota tersebut. Selain itu, Karachi juga merupakan pusat industri dan transportasi di Pakistan. Tidak mengherankan jika bandar udara Karachi merupakan salah satu yang tersibuk di Asia.
Selain itu, peningkatan perdagangan ke Karachi memungkinkan Indonesia menyasar 23,7 juta jiwa penduduk Karachi dan 183 juta jiwa penduduk Pakistan yang merupakan jumlah penduduk terbesar ke-6 dunia. Karachi juga dapat menjadi pintu masuk bagi perdagangan Indonesia ke kawasan Asia Selatan, serta negara-negara land locked di Asia seperti Iran dan Afganistan.
Pada kesempatan tersebut, Delegasi Karachi juga mengundang Indonesia berpartisipasi pada pameran “My Karachi-Oasis of Harmony” yang akan diselenggarakan pada 10-12 April 2015. Melalui partisipasi di pameran tersebut, Delegasi Karachi mengharapkan para pelaku usaha Indonesia dapat menjalin hubungan yang lebih baik dengan pelaku usaha Karachi.
Tren perdagangan Indonesia-Pakistan sangat positif. Tren perdagangan Indonesia-Pakistan selama periode 2009-2013 tumbuh positif 25,36% setiap tahunnya. Pada 2013, nilai total perdagangan Indonesia-Pakistan mencapai USD 1,584 miliar yang terdiri atas perdagangan nonmigas mencapai USD 1,583 miliar dan perdagangan migas sebesar USD 450 ribu. Sedangkan nilai ekspor produk nonmigas Indonesia ke Pakistan tercatat sebesar USD 1,414 miliar dan nilai impor produk nonmigas Indonesia dari Pakistan sebesar USD 168 juta.













