Sementara itu, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) yang saat ini memiliki 8,33 persen saham TOWR akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya.
Bahkan, pengendali PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ini menjadi pembeli siaga yang akan membeli seluruh sisa saham baru sebanyak-banyaknya 7.397.355.646 lembar.
DIA menyatakan sanggup dan memiliki kecukupan dana yang dibuktikan dengan adanya rincian bukti kecukupan dana.
Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari RUPS-LB atas rencana penambahan modal dengan mengeluarkan saham baru dari portepel perseroan dalam jumlah sebesar-besarnya 15 miliar saham,” demikian disampaikan manajemen TOWR.
Rencananya, seluruh dana hasil rights issue ini —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk meningkatkan kepemilikan modal di PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) yang merupakan anak usaha TOWR dengan kepemilikan 99,99 persen.













