JAKARTA,BERITAMONETER.COM – Perjalanan mencari nafkah di tengah laut berakhir duka bagi Luhut Alfonsius Silalahi (27), nelayan asal Semarang, Jawa Tengah.
Ia ditemukan tewas setelah diduga ditikam oleh rekan kerjanya, Andi Natun (28), warga Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Insiden berdarah tersebut terjadi di atas kapal penangkap ikan KM Amanata 04 saat sedang beroperasi di perairan Kupang, pada Senin, 6 Oktober 2025.
Peristiwa itu baru terungkap ketika kapal kembali bersandar di Pelabuhan Perikanan Tenau, Kupang, pada Rabu pagi (8/10/2025) sekitar pukul 06.40 Wita.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi dari kepolisian, kapal KM Amanata 04 bertolak dari Pelabuhan Tenau pada 29 September 2025 dengan membawa 10 Anak Buah Kapal (ABK) dan seorang nakhoda bernama Gausi Mubarak.
Kapal mulai beroperasi di area penangkapan sejak 2 Oktober, menggunakan metode pancing rawai (longline fishing).
Pada pagi hari Senin, 6 Oktober 2025, sekitar pukul 06.30 Wita, korban yang tengah beristirahat di dek kapal tiba-tiba diserang oleh pelaku Andi Natun.
Ia diduga menusukkan pisau ke bagian perut sebelah kiri korban tanpa peringatan.
Setelah melakukan penusukan, pelaku mencoba melarikan diri dengan melompat ke laut, namun berhasil ditangkap kembali oleh nakhoda dan ABK lainnya.














