Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo truk/bus yang tumbuh 46,32% YoY, 80.893 unit lebih banyak atau secara konsolidasi menjadi 255.502 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IPCC secara berkelanjutan memperluas cakupan layanannya dengan mengoperasikan lima terminal satelit, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih merata, adaptif, dan efisien yang dilengkapi oleh sistem operasi terintegrasi dan berbasis digitalisasi.
Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly, menyampaikan bahwa penguatan kinerja operasional tersebut merupakan bagian dari strategi IPCC dalam membangun layanan terminal kendaraan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Peningkatan trafik operasional ini mencerminkan upaya IPCC dalam menyesuaikan kapasitas dan layanan dengan kebutuhan industri nasional, khususnya dalam mendukung program hilirisasi. Melalui penguatan jaringan terminal dan pengelolaan operasional yang terintegrasi, kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa serta perekonomian nasional,” ujar Endah.














