Dia menjelaskan, kinerja neraca perdagangan migas juga membaik dengan defisit yang menurun menjadi 0,71 miliar dolar AS dari 0,88 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Penurunan defisit tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas sebesar 6,0% (mtm) yang disertai dengan penurunan impor migas yang lebih dalam sebesar 10,9% (mtm). Ekspor migas periode Mei 2015 tercatat sebesar 1,37 miliar dolar AS, lebih rendah dibanding periode sebelumnya sebesar 1,46 miliar dolar AS, sejalan dengan berkurangnya ekspor hasil minyak dan gas. Sementara itu, impor migas turun dari 2,34 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya menjadi 2,08 miliar dolar AS, terutama disebabkan oleh turunnya impor minyak mentah, hasil minyak dan gas.
BI menilai bahwa tren surplus neraca perdagangan Mei 2015 ini sangat positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan triwulan II-2015. “BI memperkirakan struktur neraca perdagangan Indonesia ke depan akan lebih sehat dan semakin mendukung proses pemulihan keseimbangan eksternal Indonesia,” pungkasnya.












