“Masyarakat Adat berada di garis terdepan dalam menjaga hutan dan ekosistem. Tanpa mereka, keseimbangan alam akan terganggu. Lagu ini kami persembahkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan agar perjuangan Masyarakat Adat tetap berlanjut,” kata King of Borneo
Herkulanus Sutomo, Ketua Pelaksana Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu, yang turut terlibat dalam peluncuran lagu ini, menegaskan bahwa suara Masyarakat Adat perlu didengar lebih luas.
Mereka menekankan bahwa tanah, hutan, dan sungai bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga bagian dari identitas dan keberlangsungan budaya masyarakat adat.
“Hutan bagi kami bukan sekadar sumber daya, tetapi juga rumah dan warisan dari leluhur. Kehilangan hutan berarti kehilangan segalanya—tradisi, kehidupan, dan masa depan anak cucu kami,” ujar Herkulanus Sutomo.
“Kami mengajak seluruh komponen, termasuk pemerintah daerah agar bersama-sama dengan Masyarakat Adat berjuang untuk kepentingan Masyarakat Adat dalam mengamankan dan mengelola wilayah adatnya”.
Herkulanus Sutomo juga menyoroti pentingnya pengesahan RUU Masyarakat Adat yang telah lama tertunda.
“RUU Masyarakat Adat harus segera disahkan agar hak-hak kami tidak lagi terpinggirkan. Tanpa payung hukum yang jelas, Masyarakat Adat akan terus menjadi korban perampasan tanah, kriminalisasi, dan pengabaian hak-hak dasar mereka,” tegas Herkulanus Sutomo.















