JAKARTA – Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok sky Khadafimenuntut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk agar menerapkan praktik bisnis berkelanjutan mengingat tantangan di tahun 2025 ini sangat menantang.
Selain itu SIG juga harus memperhatikan dampak negatif operasi pabrik semen terhadap ekosistem lokal, terutama dilingkungan sekitar tempat berproduksinya perusahaan plat merah itu.
“Semen Indonesia harus memperhatikan dampak negatif dari operasi pabrik semen terhadap ekosistem lokal agar dapat bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (19/1).
Perusahaan semen terkemuka di Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, menghadapi tahun yang cukup sulit dengan berbagai tantangan yang menghambat kinerjanya.
Meskipun sebelumnya perusahaan ini dikenal sebagai pemimpin pasar dengan berbagai inovasi dan proyek ambisius, laporan terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam kinerja finansial dan operasional mereka selama tahun 2024.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2024, SMGR mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 4,93% secara tahunan (yoy) menjadi Rp26,29 triliun dari sebelumnya Rp27,66 triliun.
Akibat tekanan beban operasi lainnya yang tercatat minus Rp30,41 miliar.














