JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp99,6 triliun per September 2024, naik 2% dari Rp97,6 triliun pada periode yang sama tahun 2023.
Peningkatan laba ini terutama disebabkan oleh kenaikan kinerja dari segmen kontraktor penambangan dan pertambangan emas dan mineral lainnya yang lebih besar dari penurunan kinerja segmen mesin konstruksi dan pertambangan batu bara.
Dalam sembilan bulan pertama tahun 2024, laba bersih UNTR tumbuh 2%, dari Rp15,3 triliun per September 2023 menjadi Rp15,6 triliun. Demikian dikemukakan Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR dalam keterangan resmi, Rabu (30/10/2024).
Secara rinci Sara menjelaskan, segmen usaha mesin konstruksi mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 24% menjadi 3.321 unit dibandingkan tahun lalu sebesar 4.365 unit. Ini disebabkan oleh penurunan permintaan dari sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan.
Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu memimpin pangsa pasar alat berat sebesar 27%. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun sebesar 6% menjadi Rp8,4 triliun.
Penjualan Scania, terutama dari truk turun dari dari 605 unit menjadi 298 unit dan penjualan produk UD Trucks turun dari 249 unit menjadi 156 unit yang disebabkan oleh oleh penurunan permintaan terutama di sektor pertambangan. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi turun sebesar 8% menjadi Rp26,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.









