CAR Bukopin sendiri saat ini masih terjaga di 14 persen. Masih relative aman.
Sementara aset korporasi per September 2015 itu mencapai Rp89,5 triliun.
“Tapi ke depan CAR kita akan tumbuh sesuai dengan keinginan regulator. Dan untuk menggenjot CAR itu langkah-langkahnya, selain revaluasi asset, kita focus ke right issue atau obligasi,” ujar Glen.
Memang kedua instrument itu tidak dapat ditempuh sampai akhir tahun ini, akan tetapi masih dapat dikejar di triwulan pertama tahun 2016 nanti.
“Kita akan lakukan itu. Dan sampai triwulan pertama (2016) masih bisa. Kecuali masuk kuartal kedua itu sudah mulai berat. Kita tidak bisa 14 persen lagi. Jadi yang penting corporate action,” ungkap dia.
Sementara untuk meningkatkan CAR yang saat ini di 14 persen, Glen mengakui membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Sebagai gambaran untuk bisa menggenjor ke angka Rp15 persen saja dibutuhkan dana sebanyak Rp2 triliun.
“Iya untuk bertumbuh ke 15 persen itu kita butuh dana antara Rp1,5-2 triliun,” pungkasnya. (TMY)













