Mencermati data vaksinasi harian beberapa hari terakhir, saya melihat justru jumlah orang yang divaksin menurun.
Bila 30 Juni 2021 warga yang divaksin dosis 1 sebanyak 974 ribu, 2 Juli 20221 divaksin dosis 1 sebanyak 707 ribu, 4 Juli 2021 dosis 1 sebanyak 490 ribu, 5 Juli 2021 turun kembali, dosis 1 hanya 238 ribu.
Poin saya, kinerja vaksinasi tidak boleh menurun, sebab selain kita berkejaran dengan upaya menekan gelombang kedua covid19, sebagian vaksin sendiri ada kadaluarsanya.
Oleh sebab itu agenda vaksinasi covid19 harus dipersiapkan dengan matang, terencana dan melibatkan banyak pihak dengan prosedur yang baku.
Sungguh disayangkan bila sebagian dosis vaksin kita mengalami kadaluwarsa hanya karena kita tidak bisa mengejar jumlah orang tervaksin secara memadai.
Dan yang lebih penting lagi APBN kita menganggarkan untuk pengadaan vaksin tersebut, sangat fatal bila uang rakyat terbuang sia sia, padahal rakyat yang ingin divaksin sudah sangat banyak.
Vaksinasi Mandiri
Beberapa hari ini ruang publik kita diributkan soal vaksinasi berbayar. Banyak cercaan, negara kok berbisnis dengan rakyatnya.
Sebagai Ketua Badan Anggaran DPR kiranya saya berkewajiban untuk ikut memberikan informasi jernih terkait hal ini.













