Suplai vaksin covid19 hingga tahun 2021 diperkirakan mencapai 440 juta dosis dari berbagai mereka, diantaranya; Sinovac, Astra Zeneca, Novavax, Pfyzer dan Moderna.
Artinya untuk memenuhi kebutuhan kekebalan kawanan (herd immunity) sebanyak 379,82 juta dosis telah mampu dipenuhi oleh pemerintah.
Layanan vaksinasi covid19 ini diberikan gratis kepada masyarakat.
Meskipun kita telah mendapatkan komitmen untuk memperoleh 440 juta dosis vaksin covid19, namun masih ada tantangan yang harus kita persiapkan.
Terhadap warga yang telah divaksin, terutama mereka yang mendapatkan vaksin gelombang pertama di Bulan Januari-Februari 2021, terutama yang tervaksin Sinovac masa imunitasnya hanya berlangsung 6 bulan, yang artinya pada Juni-Juli 2021 mereka harus menjalani booster (atau suntikan dosis ke 3).
Berbeda dengan Sinovac, beberapa vaksin lainnya masa pembentukan imunitas di tubuh bisa sampai 2 tahun.
Untuk menjaga keberlangsungan herd immunity, maka rakyat yang telah tervaksin dan dan membutuhkan booster untuk menjaga tingkat imunitasnya terhadap covid19.
Pemerintah harus segera membuat ketentuan terkait dengan pelaksanaan booster vaksin covid19.
Terhadap kasus seperti ini saya mendukung bila mereka yang mampu secara ekonomi, seperti; para pejabat tinggi negara dan daerah, anggota DPRD, DPR, para perwira menengah dan tinggi di Kepolisian, TNI, para petinggi BUMN dan BUMD, pejabat di kejasakaan, kehakiman, para direksi hingga manajer di perusahaan swasta, serta karyawan yang berpenghasilan tinggi untuk menjalani booster vaksin secara mandiri.













