Kabupaten Lampung Selatan merupakan kabupaten pertama yang mengimplementasikan SRG dari lima kabupaten lainnya di Provinsi Lampung, yaitu Tulang Bawang, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Pesisir Barat yang dilengkapi dengan kelengkapan gudang berupa dryer.
Pembangunannya sendiri didanai dari Dana Alokasi Khusus Kementerian Perdagangan.
“Saya berharap SRG ini segera dimanfaatkan oleh petani, kelompok tani, gapoktan, dan koperasi/UKM, maupun para pedagang dan eksportir sebagai suatu instrumen tunda jual dan pembiayaan perdagangan, sehingga berbagai manfaat SRG dapat segera dirasakan masyarakat kita, khususnya di provinsi Lampung. Saya harapkan juga kabupaten lain segera menyusul,” paparnya.
Diterbitkan SRG Rp 345 Miliar
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapppebti) Sutriono Edi menjelaskan sampai dengan 12 Oktober 2014, secara nasional telah diterbitkan 1.651 resi gudang dengan volume sebanyak 69.100,23 ton, (gabah 59.010,91 ton; beras 5.022,47 ton; jagung 4.621,36 ton; rumput laut 420 ton; dan kopi 25,49 ton).
“Total nilai resi gudang yang telah diterbitkan adalah Rp 345,59 miliar dengan pembiayaan mencapai Rp 213,9 miliar. Dibandingkan pada periode September 2013, tahun 2014 volume komoditas dalam resi gudang meningkat 26%, nilai komoditi sebesar 26%, dan pembiayaan meningkat sebesar 31%,” tegas Sutriono Edi menambahkan.













