Walaupun terus mengalami peningkatan, volume komoditas yang disimpan dalam gudang SRG masih perlu ditingkatkan agar SRG dapat menjadi salah satu tolak ukur pemerintah dalam memperhitungkan stok pangan nasional.
Dalam SRG, koperasi dapat berperan sebagai penyimpan barang dengan menghimpun komoditas yang dihasilkan petani untuk dibawa dan disimpan di gudang SRG.
Resi gudang dapat dimanfaatkan juga untuk memperoleh pembiayaan guna penguatan modal kerja. Peran lainnya adalah sebagai pengelola gudang SRG, dengan mensinergikan usaha/bisnis hulu (masa tanam dengan penyediaan pupuk, saprotan, maupun pembiayaan prapanen) dan hilir (masa pascapanen dengan pengangkutan, pengolahan maupun pemasaran), koperasi dapat melakukan pengembangan usaha menjadi lebih besar dan lebih kuat.













