SIKKA-Masyarakat khususnya kaum muda diminta waspada dan hati-hati agar tidak terpapar paham-paham lain.
Bahkan termasuk ideologi lain, yang cenderung tidak menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.
“Beberapa tahun belakangan ini, bangsa kita mulai dihadapkan dengan ujian-ujian komitmen kebangsaan, masuknya ideologi- ideologi trans nasional dan radikal yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Anggota MPR RI, N M Dipo Nusantara Pua Upa sosialisasi 4 pilar Kebangsaan di Kabupaten Sikka, tepatnya di Desa Lepolima, Kec Alok Timur, Senin (28/3/2022).
Dalam sosialisasi ini hadir beberapa perwakilan tokoh pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan tokoh Wanita dari beberapa kecamatan.
“Pasalnya, paham yang bersebrangan dan tidak sejalan dengan Pancasila terkesan ingin memecah belah bangsa yang beranekaragam ini,” ujarnya.
Legislator dari Dapik NTT I ini menegaskan Empat Pilar atau konsensus yang menjadi dasar dari ideologi negara tidak dapat diganggu gugat yakni Pancasila, UUD 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI.
“Inilah yang menjadi dasar dari sebuah keutuhan bangsa karena negara akan tetap kuat, jika semua pihak memegang teguh ideologi yang sudah ditanamkan,” tegasnya.
Mantan Wakil Ketua GP Anshor mengungkapkan dengan kekayaan budaya yang ada di Indonesia tidak mudah mempersatukan secara sekaligus, maka dibutuhkan sebuah pegangan dan pijakan untuk tetap kokoh dan tidak terombang-ambing untuk kita dapat menentukan arah dan orientasi.













