JAKARTA-PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) berharap, perseroan bisa mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar RUPS terkait permintaan persetujuan pemegang saham atas rencana rights issue maupun penarikan pinjaman.
Berdasarkan keterangan resmi YELO yang dikutip Selasa (20/9), perseroan berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue, dengan melepas sebanyak-banyaknya 15,3 miliar saham baru bernilai nominal Rp100 per lembar.
Sebelum melaksanakan rights issue, YELO terlebih dahulu harus meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa.
Sementara itu, penyelenggaraan RUPS ini harus mendapatkan persetujuan dari OJK.
Selain berencana melakukan rights issue, YELO juga sedang merencanakan untuk menarik pinjaman sebesar Rp737,12 miliar dari PT Artalindo Semesta Nusantara yang merupakan pihak terafiliasi perseroan.
Selanjutnya, perseroan akan menyalurkan dana sebesar Rp737,12 miliar tersebut kepada PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) sebagai pinjaman kepada entitas anak, yang sekaligus pembayaran deposit atau jaminan sewa aset jaringan kabel serat optik sebanyak-banyaknya Rp737,12 miliar oleh TKP kepada PT Gemilang Lintang Nusantara.