Harga ditingkat pedagang grosir di PIBC pada 21 Juni 2013 untuk kual
itas medium IR 64-II naik dari Rp. 7.900/kg menjadi Rp. 8.100/kg atau naik 2,53%. Adapun untuk kualitas IR 64-III naik 2,47% dari Rp. 7.300/kg menjadi Rp.7.500/kg. “Dalam rangka menekan, serta mengupayakan agar harga tidak terus mengalami kenaikan apalagi menjelang bulan puasa dan lebaran, kami menginstruksikan Perum Bulog untuk menambah suplai sebanyak-banyaknya ke pasar melalui Operasi Pasar beras, seperti yang dilaksana di PIBC pada hari ini,”terang Mendag.
Menurut Mendag, volume beras yang disuplai Perum Bulog melalui OP di PIBC mencapai 200 ton dimana untuk tahap awal pagi ini telah tersedia sebanyak 100 ton atau setara 10 truk. Beras tersebut dijual dengan harga maksimal Rp. 7.100/kg. “Ini adalah Operasi Pasar perdana, tapi tentunya akan menyusul dilakukan di daerah-daerah lainnya di luar Jakarta, terutama daerah yang mengalami kenaikan harga beras yang cukup signifikan. Kami berharap penambahan suplai ini dapat mengembalikan kestabilan harga beras di tingkat nasional,”imbuhnya.
Khusus untuk DKI Jakarta, selanjutnya kegiatan OP akan dilakukan di lima titik wilayah DKI Jakarta secara serentak di bawah koordinasi Dinas Perindagkop DKI. Dalam waktu dekat, OP akan dilaksanakan di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang. Selain itu, Perum Bulog melalui Divre atau Sub Divre juga akan berpartisipasi dalam pasar murah yang dikoordinasi Dinas Perindag di seluruh Indonesia. Pemerintah berjanji akan mengambil langkah-langkah antisipatif agar kenaikan harga tidak berlangsung secara terus menerus. “Kami akan terus melakukan pemantauan intensif untuk menjaga kestabilan harga dan stok beras,”serunya













