Sementara itu, Labuan Bajo sendiri yang merupakan kawasan pengembangan dan sekaligus pusat kepariwisataan di NTT saat ini menjadi salah satu bukti hilirisasi rantai pasok produk pertanian untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata.
Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Frans Teguh menyampaikan peluncuran beras Nagekeo merupakan tonggak penting dalam membangun ekosistem ekonomi lokal berbasis potensi desa melalui penguatan rantai pasok pangan. Salah satunya melalui pintu pariwisata.
“Peluncuran beras nagekeo merupakan tonggak penting dalam membangun ekosistem ekonomi lokal berbasis potensi desa. BPOLBFmendukung penuh inisiatif seperti ini yang mengedepankan kesejahteraan petani, keberlanjutan produk lokal, dan konektivitas antarwilayah, apalagi dengan pengembangan pariwisata, seperti industri pariwisata Labuan Bajo yang saat ini yang sudah pasti membutuhkan pasokan bahan baku yang cukup tinggi. Disinilah sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata dapat menciptakan keseimbangan ekosistem pembangunan di Flores. Tidak hanya mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas, tetapi juga industri pariwisata Flores dan NTT secara keseluruhan,” ujar Frans.













