Laporan yang masuk, baik melalui jemput bola maupun hasil pemantauan bersama pemerintah daerah, akan difokuskan pada pesantren yang paling rawan.
“Skala prioritas bisa karena usia bangunan, karena tambal sulam, atau karena tidak memenuhi standar teknis. Maklum, rata-rata pesantren kita dibangun secara swadaya dan apa adanya,” ujar Cak Imin.













