Selain perencanaan dipaksakan, Uchok juga menduga ada kejanggalan dalam proses pembelian elektronik yakni sejumlah TV dengan distributor elektronik tersebut.
Pasalnya terlihat dari harga satuan terlalu mahal.
“Kan banyak IFP dengan spesifikasi yang sama namun harga dibawah 100 juta. Tapi kenapa Disdik mencari merek yang lain dengan harga hingga 225 juta setiap unit dengan merk yang belum dikenal,” ungkap Uchok, heran.
Temuan CBA mendapatkan data Disdik Kabupaten Bogor, menunjuk PT. Matra Pratama dan PT Dwi Abisatyo dalam pengadaan 297 unit TV untuk dibagikan kepada 297 sekolah dasar, dengan merk RO COMP 75 icnh With Cam dengan harga Rp 184 juta per unit dengan jumlah total Rp 55. 107. 750.000.
Sementata bantuan untuk SMP mendapat Flat Panel TV 86 inc merk Ice Board local harga Rp 225.000.000 jumlah total Rp 20.350.600.000 melalui PT. Turbo Perkasa.
Sementara hasil investigasi CBA setelah mewawancarai sejumlah distributor besar Smart TV dengan spek yang sama di Jakarta menemukan selisih harga yang sangat besar.