Perbaikan terutama tercatat pada surplus neraca perdagangan komoditas non-migas (fob) dengan menurunnya impor non-migas sejalan dengan melambatnya permintaan dalam negeri.
Selain itu, jelas dia defisit neraca jasa dan neraca pendapatan juga mengecil.
Namun demikian, defisit pada neraca perdagangan migas meningkat dengan menurunnya produksi dalam negeri dan masih tingginya impor migas untuk konsumsi dalam negeri.
Sementara surplus pada Neraca Transaksi Modal dan Finansial berkurang sebagai dampak dari aliran masuk investasi portfolio asing yang menurun akibat ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing Langsung (Foreign Direct Investment) tercatat meningkat.
Dengan perkembangan tersebut, Cadangan Devisa Indonesia pada akhir Oktober 2013 mencapai US$97,0 miliar, meningkat US$1,3 miliar dari posisi akhir September 2013 sebesar US$95,7 miliar.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,5 bulan impor atau setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
“BI memandang jumlah tersebut cukup aman untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan berada di atas standar kecukupan internasional,” pungkas dia.














