“Setelah kami meluncurkan iPhone 16, semoga memberikan dampak positif pada pertumbuhan bisnis kami. Kami tetap optimistis tahun ini akan tumbuh, walaupun dengan situasi ekonomi dan gonjang-ganjing perang tarif yang terjadi di seluruh dunia,” papar Patrick.
Lebih lanjut dia memaparkan, pada Kuartal I-2025, penjualan bersih yang dicatatkan ERAA menurun sebesar 4,6 persen (year-on-year) menjadi Rp15,88 triliun, sedangkan operating profit alias laba usaha tercatat Rp432 miliar atau merosot 18,3 persen (y-o-y).
Sementara itu, laba bersih selama tiga bulan pertama tahun ini hanya senilai Rp212 miliar atau melorot 22,6 persen (y-o-y).
“Kondisi kuartal pertama, bisnis Erajaya diwarnai terjadinya perlambatan pertumbuhan retail industry. Kuartal pertama tahun ini diwarnai juga gonjang-ganjing global trade war,” tutur Patrick.
Selain itu, kata Patrick, perlambatan kinerja keuangan di Kuartal I-2025 juga terpengaruh oleh terlambatnya peluncuran iPhone 16.
“Launching iPhone 16 sedianya terjadi di pekan terakhir Maret 2025, tetapi harus mundur sampai ke 11 April 2025, tetapi inventorinya sudah masuk ke buku kami (Kuartal I-2025),” ucapnya.
Perlu diketahui, pada Kuartal I-2025 nilai inventori ERAA mencapai Rp12,22 triliun atau membengkak 23,57 persen dibandingkan dengan posisi per Kuartal I-2024 yang sebesar Rp10,76 triliun.















